Jangan Salah Pilih Vendor!

10 Tips Memilih Jasa Website Perusahaan yang Tepat

Bingung pilih vendor website? Salah pilih bisa bikin budget terbuang sia-sia. Ini 10 tips memilih jasa website perusahaan yang wajib Anda tahu sebelum memutuskan - dari cek portofolio, bandingkan harga, sampai garansi. Jangan sampai nyesel!

10 Kriteria Penting Sebelum Pilih Vendor Website

Pernah nggak sih Anda dengar cerita teman yang kecewa sama vendor website? Budget habis puluhan juta, hasilnya mengecewakan, support hilang setelah project selesai. Nah, supaya Anda nggak mengalami hal yang sama, saya akan share 10 tips memilih jasa website perusahaan yang sudah terbukti efektif. Ini bukan teori doang, tapi berdasarkan pengalaman nyata dari ratusan project.

1. Cek Portofolio - Ini Bukti Nyata Kemampuan Mereka

Jangan percaya omongan doang. Minta lihat portofolio mereka. Tapi jangan cuma lihat screenshot, kunjungi langsung website yang mereka buat. Cek:

  • Apakah desainnya profesional dan modern?
  • Loading speed-nya cepat atau lemot?
  • Mobile-friendly atau berantakan di HP?
  • Apakah website-nya masih aktif atau sudah mati?

Kalau portofolio mereka isinya website yang sudah nggak aktif atau desainnya jadul, itu red flag. Vendor yang bagus pasti bangga showcase karya terbaik mereka. Bonus point kalau mereka punya portofolio dari industri yang sama dengan bisnis Anda.

2. Baca Testimoni dan Review - Social Proof Itu Penting

Testimoni di website mereka sendiri bisa aja dibuat-buat (meskipun nggak semua). Makanya, cari juga review di tempat lain: Google Review, social media, atau tanya langsung ke referensi mereka. Perhatikan pola review-nya:

  • Apakah klien puas dengan hasil akhir?
  • Bagaimana komunikasi dan responsiveness mereka?
  • Apakah project selesai tepat waktu?
  • Bagaimana support pasca-launch?

Kalau banyak komplain tentang komunikasi yang buruk atau project yang molor, think twice. Vendor yang profesional pasti punya track record yang bisa dipertanggungjawabkan.

3. Jangan Cuma Lihat Harga - Value Itu Lebih Penting

Ini kesalahan paling umum: pilih yang paling murah. Terus kecewa karena hasilnya murahan juga. Website itu investasi, bukan pengeluaran. Yang penting bukan murah atau mahal, tapi value yang Anda dapat:

  • Apakah desainnya custom atau cuma template?
  • Include SEO optimization atau nggak?
  • Ada training penggunaan CMS?
  • Berapa lama support pasca-launch?
  • Domain dan hosting untuk berapa lama?

Vendor A nawarin Rp 5 juta tapi cuma kasih template WordPress basic. Vendor B Rp 10 juta tapi custom design, SEO-optimized, training lengkap, dan support 6 bulan. Mana yang lebih worth it? Jelas yang kedua kan? Jadi, bandingkan apple to apple, jangan cuma lihat angka harganya.

4. Test Komunikasi Mereka Sejak Awal

Ini sering diabaikan padahal super penting. Gimana cara mereka respond inquiry Anda? Cepat atau lama? Jawaban mereka jelas atau ngambang? Ini preview bagaimana mereka akan handle project Anda nanti.

Vendor yang bagus akan:

  • Respond cepat (maksimal 24 jam)
  • Tanya detail kebutuhan Anda, bukan langsung kasih harga
  • Kasih saran berdasarkan pengalaman mereka
  • Transparan soal timeline dan proses kerja
  • Nggak maksa close deal di pertemuan pertama

Kalau dari awal aja mereka susah dihubungi, apalagi nanti pas project jalan. Red flag!

5. Cek Pengalaman dan Expertise Tim

Berapa lama mereka di industri ini? Berapa banyak project yang sudah diselesaikan? Siapa aja tim mereka? Vendor yang baru berdiri 6 bulan dengan vendor yang sudah 5 tahun tentu beda pengalamannya.

Tapi bukan berarti vendor baru pasti jelek. Yang penting, cek:

  • Background tim mereka (developer, designer, SEO specialist)
  • Apakah mereka punya expertise di industri Anda?
  • Sertifikasi atau achievement yang mereka punya
  • Case study dari project sebelumnya

Vendor yang kompeten nggak akan ragu showcase expertise mereka. Kalau mereka cuma bilang "bisa" tanpa bukti konkret, hati-hati.

6. Teknologi yang Digunakan - Jangan Ketinggalan Zaman

Tanya teknologi apa yang mereka pakai. Kalau mereka masih pakai teknologi jadul yang sudah nggak di-support, website Anda bakal cepat obsolete. Teknologi yang bagus harus:

  • Modern dan masih actively maintained
  • Scalable (bisa berkembang seiring bisnis Anda)
  • Secure (nggak gampang kena hack)
  • SEO-friendly
  • Fast loading

Contoh: WordPress masih oke kalau dioptimasi dengan baik. Tapi kalau mereka nawarin Joomla atau Drupal tanpa alasan jelas, tanya kenapa. Atau kalau mereka coding from scratch, pastikan mereka pakai framework modern seperti Laravel, Next.js, atau Astro.

7. Timeline yang Realistis - Jangan Percaya Janji Manis

"Website selesai 1 minggu!" - Ini bohong besar kalau website-nya kompleks. Timeline yang realistis:

  • Company profile sederhana: 2-4 minggu
  • Website bisnis dengan custom features: 4-8 minggu
  • E-commerce: 6-12 minggu
  • Website kompleks dengan integrasi sistem: 3-6 bulan

Vendor yang kasih timeline terlalu cepat biasanya:

  • Pakai template murahan
  • Nggak ada quality assurance
  • Skip testing
  • Atau... bakal molor dan kasih excuse

Vendor profesional akan kasih timeline yang jelas dengan breakdown setiap tahap: riset, design, development, testing, launch. Dan mereka nggak akan janji yang nggak bisa mereka tepati.

8. Garansi dan Maintenance - Jangan Ditinggal Setelah Launch

Website launch bukan akhir dari project. Justru itu awal. Pasti ada bug, pasti perlu update, pasti ada yang perlu diperbaiki. Makanya garansi dan maintenance itu penting banget.

Pastikan vendor kasih:

  • Garansi bug fix minimal 1-3 bulan
  • Support untuk pertanyaan teknis
  • Update security patch
  • Backup rutin
  • Monitoring uptime

Kalau vendor bilang "setelah launch, urusan Anda sendiri", jangan pilih mereka. Vendor yang bertanggung jawab akan support Anda bahkan setelah project selesai.

9. Cek Website Mereka Sendiri - Practice What They Preach

Ini simple tapi efektif: kalau website mereka sendiri jelek, bagaimana mereka bisa bikin website Anda bagus? Cek website vendor:

  • Desainnya profesional atau asal-asalan?
  • Loading speed cepat atau lemot?
  • Mobile-friendly atau berantakan?
  • Kontennya informatif atau cuma jualan doang?
  • Ada portofolio dan testimoni yang jelas?

Kalau website mereka sendiri aja nggak optimal, itu tanda mereka nggak serius atau nggak kompeten. Vendor yang bagus pasti showcase kemampuan mereka di website sendiri.

10. Lakukan Konsultasi Awal - Chemistry Itu Penting

Terakhir, jangan skip konsultasi awal. Ini kesempatan Anda untuk:

  • Assess profesionalitas mereka
  • Lihat apakah mereka paham kebutuhan Anda
  • Tanya semua pertanyaan yang Anda punya
  • Cek chemistry - apakah Anda nyaman kerja sama dengan mereka?

Pertanyaan yang harus Anda tanyakan:

  • Berapa lama pengalaman Anda di industri ini?
  • Bisa lihat portofolio yang mirip dengan kebutuhan saya?
  • Teknologi apa yang akan digunakan dan kenapa?
  • Berapa timeline realistis untuk project ini?
  • Apa saja yang termasuk dalam harga?
  • Bagaimana proses revisi? Berapa kali revisi gratis?
  • Apakah include training penggunaan CMS?
  • Bagaimana support pasca-launch?
  • Apakah ada garansi?
  • Siapa yang akan handle project saya?

Vendor yang profesional akan jawab semua pertanyaan dengan jelas dan transparan. Kalau mereka ngeles atau nggak bisa jawab, itu red flag.

Kesimpulan: Jangan Buru-Buru, Pilih yang Tepat

Memilih vendor website itu seperti memilih partner bisnis. Jangan buru-buru, jangan cuma lihat harga, dan jangan percaya janji manis tanpa bukti. Gunakan 10 tips memilih jasa website perusahaan di atas sebagai checklist Anda.

Ingat: website yang bagus adalah investasi yang akan terus memberikan return selama bertahun-tahun. Website yang jelek? Buang-buang uang dan waktu. Jadi, pilih dengan bijak!

Di Arrazy Inovasi Teknologi, kami memenuhi semua kriteria di atas. Portofolio kami bisa Anda cek, testimoni klien bisa Anda baca, dan kami siap jawab semua pertanyaan Anda dalam konsultasi gratis. Kami nggak cuma bikin website, tapi jadi partner Anda dalam transformasi digital. Dari riset, design, development, SEO, sampai support jangka panjang - semua kami handle dengan profesional.