Biaya Upload Aplikasi ke Play Store 2026 dan Syarat Rilisnya
Biaya upload aplikasi ke Play Store hanya US$25, sekali bayar, untuk membuat akun Google Play Console. Kalau dirupiahkan sekitar Rp400 ribuan, tergantung kurs saat membayar. Setelah akun aktif, Anda bisa merilis aplikasi sebanyak apa pun tanpa biaya per aplikasi. App Store beda: Apple Developer Program US$99 per tahun, dan harus diperpanjang supaya aplikasi tetap tayang.
Yang jarang dibahas, biaya itu justru bagian paling ringan. Yang sering membuat jadwal rilis mundur adalah syaratnya: masa uji tertutup 14 hari untuk akun pribadi, proses review, dan penolakan karena hal teknis yang tidak terlihat dari luar. Di bawah ini kami rinci semuanya, termasuk pengalaman kami sendiri saat aplikasi ditolak Google.
Rincian biaya resmi Play Store dan App Store
| Biaya | Google Play Store | Apple App Store |
|---|---|---|
| Akun developer | US$25, sekali seumur akun | US$99 per tahun |
| Biaya per aplikasi | Tidak ada | Tidak ada |
| Kalau tidak bayar lagi | Akun tetap aktif | Aplikasi hilang dari App Store setelah keanggotaan habis |
| Potongan dari penjualan | Hanya untuk penjualan barang atau konten digital di dalam aplikasi | Hanya untuk penjualan barang atau konten digital di dalam aplikasi |
| Nomor D-U-N-S (akun organisasi) | Gratis, tapi wajib | Gratis, tapi wajib |
Soal potongan penjualan, banyak pemilik usaha yang khawatir duluan. Padahal kalau aplikasi Anda menjual barang fisik atau jasa, misalnya pesan antar makanan, booking servis, atau pemesanan katering, pembayarannya boleh lewat payment gateway sendiri dan tidak dipotong Google maupun Apple. Potongan baru berlaku kalau yang dijual adalah hal digital di dalam aplikasi, seperti langganan premium, koin, atau kelas online.
Satu hal kecil yang sering bikin pendaftaran tertahan: Google tidak menerima kartu prabayar untuk biaya US$25 itu. Siapkan kartu kredit atau kartu debit berlogo Visa/Mastercard atas nama yang sama dengan data akun.
Perlu diingat, semua angka di atas hanya biaya untuk menayangkan aplikasi, terpisah dari biaya membuat aplikasinya. Contoh rincian biaya pembuatannya, dari desain sampai server, ada di artikel biaya pembuatan aplikasi per komponen.
Akun pribadi atau akun organisasi?
Ini keputusan pertama, dan sebaiknya diambil sebelum aplikasi selesai dibuat. Dua jenis akun ini punya syarat yang berbeda.
Akun pribadi
- Pendaftaran cepat, cukup identitas pribadi dan verifikasi perangkat Android lewat aplikasi Play Console.
- Untuk akun pribadi yang dibuat setelah 13 November 2023, aplikasi wajib lolos uji tertutup dulu: minimal 12 penguji yang ikut tanpa putus selama 14 hari. Baru setelah itu Anda bisa mengajukan akses rilis ke publik.
- Nama pengembang yang tampil di Play Store adalah nama pribadi.
Akun organisasi
- Butuh nomor D-U-N-S, yaitu nomor identitas perusahaan dari Dun & Bradstreet. Gratis, tapi prosesnya bisa memakan waktu, jadi urus di awal proyek.
- Nama yang tampil adalah nama perusahaan. Untuk aplikasi bisnis, ini jauh lebih meyakinkan di mata pelanggan.
- Apple bahkan mensyaratkan email kerja dengan domain perusahaan dan website perusahaan yang aktif, bukan sekadar halaman media sosial.
Apa pun pilihannya, pastikan akun didaftarkan atas nama bisnis Anda, bukan atas nama vendor atau programmer yang membuatkan. Akun developer itu aset. Kalau suatu hari Anda pindah vendor, aplikasi tetap bisa diperbarui. Kami membahas risiko ini lebih panjang di artikel source code aplikasi itu milik siapa.
Alur upload aplikasi ke Play Store, dari nol sampai tayang
- Daftar akun Play Console dan bayar US$25. Lengkapi verifikasi identitas. Untuk akun organisasi, siapkan D-U-N-S lebih dulu.
- Buat aplikasi di Play Console: nama, bahasa, kategori, dan apakah aplikasinya gratis atau berbayar.
- Isi halaman toko: ikon, screenshot, deskripsi singkat dan lengkap, serta tautan kebijakan privasi.
- Isi formulir wajib: keamanan data (data apa saja yang dikumpulkan aplikasi), rating konten, target usia, dan izin akses yang dipakai.
- Unggah file rilis dalam format AAB ke jalur uji tertutup. Untuk akun pribadi baru, ajak minimal 12 penguji dan jaga mereka tetap ikut 14 hari.
- Ajukan rilis produksi lewat Dashboard setelah syarat uji terpenuhi, lalu tunggu review Google.
Kalau dijumlah, perkiraan waktunya seperti ini:
| Tahap | Perkiraan waktu |
|---|---|
| Daftar dan verifikasi akun | 1 sampai beberapa hari (akun organisasi bisa lebih lama karena D-U-N-S) |
| Melengkapi halaman toko dan formulir | 1 sampai 2 hari kerja |
| Uji tertutup (khusus akun pribadi baru) | Minimal 14 hari |
| Review Google | Biasanya beberapa hari, akun baru cenderung lebih lama |
Jadi untuk akun pribadi yang baru dibuat, realistisnya sediakan waktu sekitar tiga minggu dari aplikasi selesai sampai bisa diunduh publik. Banyak pemilik usaha baru tahu soal 14 hari ini saat aplikasinya sudah jadi, lalu jadwal peluncuran yang sudah diumumkan terpaksa mundur.
Uji tertutup 14 hari: cara menjalaninya tanpa mengulang dari awal
Syaratnya terdengar sederhana, tapi ada jebakannya. Yang dihitung adalah 14 hari berturut-turut dengan minimal 12 penguji yang tetap terdaftar. Kalau ada penguji yang keluar lalu masuk lagi, hitungan untuk orang itu mulai dari nol.
- Ajak lebih dari 12 orang, misalnya 15 sampai 20, supaya kalau ada yang keluar, jumlahnya tetap aman.
- Pilih orang yang memang akan memakai aplikasinya: karyawan, mitra, atau pelanggan setia. Mereka juga sumber masukan yang paling berguna.
- Minta penguji benar-benar membuka dan mencoba aplikasi, bukan hanya mendaftar. Google bisa menanyakan hasil pengujian saat Anda mengajukan rilis produksi.
- Gunakan masa 14 hari ini untuk memperbaiki bug yang ditemukan. Anggap ini gladi resik, bukan sekadar menunggu.
Akun organisasi tidak terkena syarat uji tertutup ini. Untuk aplikasi bisnis yang ingin rilis cepat, ini salah satu alasan kami biasanya menyarankan akun organisasi sejak awal.
Pengalaman kami: aplikasi ditolak karena dependency yang sudah diblokir
Salah satu aplikasi yang kami rilis pernah ditolak Google, padahal fiturnya sudah lengkap dan sudah lolos pengujian internal. Penyebabnya bukan kode yang kami tulis, melainkan salah satu library pihak ketiga yang dipakai aplikasi. Versi library itu sudah ditandai bermasalah keamanan, sehingga rilis yang masih memakainya tidak boleh terbit.
Dari luar, aplikasi terlihat normal. Masalahnya baru ketahuan saat review. Solusinya: memperbarui library ke versi yang aman, menguji ulang fitur yang bergantung pada library tersebut, lalu mengajukan rilis lagi. Waktu yang hilang ada di proses kirim ulang dan menunggu review berikutnya.
Pelajaran yang kami pakai sampai sekarang:
- Cek peringatan SDK di Play Console sebelum submit. Google menampilkan peringatan untuk versi SDK yang bermasalah. Untuk masalah yang tergolong kritis, ada batas waktu, dan setelah lewat Anda tidak bisa merilis versi baru yang masih memakainya.
- Perbarui dependency secara rutin, bukan hanya saat mau rilis. Aplikasi yang lama tidak diperbarui akan menumpuk “utang” yang meledak bersamaan.
- Perhatikan target API level. Mulai 31 Agustus 2026, aplikasi baru dan update aplikasi wajib menargetkan Android 16 (API level 36) supaya bisa dikirim ke Google Play. Aplikasi yang dibuat dua tahun lalu dan tidak pernah diperbarui hampir pasti perlu penyesuaian dulu.
Inilah alasan aplikasi tetap butuh perawatan setelah rilis, walaupun tidak ada fitur baru yang ditambahkan. Lengkapnya ada di artikel kenapa aplikasi perlu maintenance setelah rilis.
Upload ke App Store: apa yang berbeda
- Biayanya tahunan. US$99 per tahun, sekitar Rp1,6 jutaan tergantung kurs. Kalau keanggotaan tidak diperpanjang, aplikasi hilang dari App Store.
- Syarat akun organisasi lebih ketat. Selain D-U-N-S, Apple meminta email dengan domain perusahaan dan website perusahaan yang benar-benar aktif. Nama dagang tanpa badan hukum tidak diterima.
- Review lebih teliti. Apple sering menolak aplikasi yang isinya hanya membungkus website, aplikasi yang belum menyediakan akun demo untuk reviewer, atau aplikasi yang meminta izin kamera dan lokasi tanpa penjelasan yang jelas.
- Butuh Mac untuk proses build. File rilis iOS dibuat dan dikirim lewat Xcode, jadi pengembangnya perlu perangkat Apple.
Kalau target pengguna Anda mayoritas memakai Android dan anggaran masih terbatas, wajar untuk rilis di Play Store dulu, lalu menyusul ke App Store setelah aplikasinya terbukti dipakai.
Penyebab lain aplikasi ditolak atau tertahan
- Kebijakan privasi tidak ada atau tidak bisa dibuka. Tautannya harus aktif dan isinya sesuai dengan data yang benar-benar dikumpulkan aplikasi.
- Formulir keamanan data tidak sesuai kenyataan. Misalnya aplikasi memakai lokasi untuk fitur absensi, tapi di formulir tidak dicentang.
- Izin akses berlebihan. Meminta akses kontak, SMS, atau lokasi latar belakang tanpa alasan yang kuat hampir pasti dipertanyakan.
- Fitur belum lengkap. Tombol yang tidak berfungsi atau halaman “segera hadir” bisa dianggap aplikasi belum siap.
- Login tanpa akun uji. Kalau reviewer tidak bisa masuk, mereka tidak bisa menilai aplikasinya. Siapkan akun demo beserta petunjuknya.
Upload sendiri atau dibantu vendor?
Kalau Anda punya waktu dan mau membaca dokumentasi Google, mengunggah aplikasi sendiri sangat mungkin. Biayanya tetap US$25 dan Anda belajar banyak tentang aset bisnis Anda sendiri.
Yang perlu diwaspadai adalah jasa upload murah yang memakai akun developer milik mereka. Aplikasinya memang cepat tayang, tapi tercatat atas nama orang lain. Saat Anda ingin memperbarui aplikasi atau berhenti bekerja sama, urusannya jadi rumit.
Kalau aplikasinya dibuat oleh pengembang, idealnya proses rilis sudah masuk dalam pekerjaan mereka. Di Arrazy, rilis ke Play Store dan App Store termasuk dalam setiap paket, dengan akun developer atas nama bisnis Anda. Rincian harganya kami tulis terbuka di halaman layanan pembuatan aplikasi Android dan iOS. Kalau Anda masih menimbang apakah butuh aplikasi di Play Store atau cukup aplikasi berbasis browser, baca dulu perbandingan web app vs aplikasi mobile.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah biaya US$25 dibayar per aplikasi?
Tidak. Satu kali bayar untuk satu akun, dan Anda bisa merilis banyak aplikasi dari akun yang sama.
Bisa bayar pakai kartu debit?
Bisa, asalkan kartu debit berlogo Visa atau Mastercard yang bisa dipakai transaksi luar negeri. Kartu prabayar tidak diterima.
Berapa lama dari daftar akun sampai aplikasi bisa diunduh?
Untuk akun organisasi, bisa dalam hitungan hari setelah D-U-N-S dan verifikasi beres. Untuk akun pribadi baru, minimal sekitar tiga minggu karena ada uji tertutup 14 hari ditambah waktu review.
Kalau ditolak, apakah harus bayar lagi?
Tidak. Anda cukup memperbaiki masalahnya lalu mengajukan ulang. Yang hilang hanya waktu, bukan biaya.
Sedang menyiapkan aplikasi untuk bisnis dan ingin tahu berapa lama sampai bisa rilis? Ceritakan kondisinya ke kami, kami bantu hitung jadwal yang realistis sejak awal.
Artikel Lainnya di Kategori Informasi
Informasi 17 Oktober 2026
Biaya Pembuatan Aplikasi Android & iOS 2026: Contoh Rincian Nyata
Biaya pembuatan aplikasi Android & iOS mulai sekitar Rp8 juta. Ini rinciannya per komponen: desain, pengembangan, server, domain, plus biaya tahun kedua.
Baca Artikel
Informasi 9 Oktober 2026
Cara Menentukan Budget Iklan Online untuk UMKM Biar Tidak Boncos
Budget iklan yang sehat dihitung mundur dari margin produk, bukan dari sisa uang. Ini cara hitungnya langkah demi langkah biar UMKM tidak bakar uang.
Baca Artikel
Informasi 31 Juli 2026
Template Brief Website: Isi 7 Hal Ini Sebelum Ketemu Developer
Brief website yang jelas bikin proyek lebih cepat dan murah. Ini 7 hal yang wajib Anda isi sebelum ketemu developer, lengkap dengan contoh brief jadi.
Baca ArtikelIngin Membaca Artikel Lainnya?
Temukan lebih banyak insight dan tips tentang teknologi dan bisnis digital.
Lihat Semua Artikel