Belajar Linux dari Nol #3: Perintah Dasar Linux Navigasi
Perintah dasar Linux untuk navigasi sebenarnya cuma tiga: pwd untuk melihat posisi kamu sekarang, ls untuk melihat isi folder, dan cd untuk pindah folder. Kuasai tiga perintah ini plus konsep path, dan kamu sudah bisa berpindah ke mana saja di sistem Linux tanpa tersesat. Sisanya tinggal jam terbang.
Artikel ini bagian ketiga dari seri Belajar Linux dari Nol. Semua contoh dijalankan di Ubuntu 24.04 dengan shell bash, tapi perintahnya sama persis di hampir semua distro Linux. Kalau kamu belum nyaman membuka terminal atau masih bingung apa itu shell dan prompt, baca dulu Belajar Linux dari Nol #2: Cara Menggunakan Terminal Linux, lalu kembali ke sini.
Di Arrazy, tiga perintah ini kami pakai setiap hari saat deploy backend Go dan Laravel ke server klien. Sebelum menyentuh file konfigurasi apa pun, langkah pertama selalu sama: cek posisi dengan pwd, lihat isi direktori dengan ls, baru pindah dengan cd. Kebiasaan kecil ini menyelamatkan kami dari banyak salah edit file di server orang.
Konsep Working Directory: Kamu Selalu Berada di Suatu Tempat
Setiap kali terminal terbuka, kamu selalu “berdiri” di satu folder tertentu. Folder itu disebut working directory atau direktori kerja. Semua perintah yang kamu ketik akan dieksekusi relatif terhadap posisi ini. Kalau kamu mengetik ls, yang muncul adalah isi folder tempat kamu berdiri, bukan isi folder lain.
Saat pertama kali membuka terminal di Ubuntu 24.04, working directory kamu adalah home directory, yaitu /home/namauser. Ini folder pribadi milik akun kamu, tempat Documents, Downloads, dan file pribadi lain berada.
Path Absolut vs Path Relatif
Path adalah alamat sebuah file atau folder. Ada dua cara menulisnya.
Path absolut selalu dimulai dari akar sistem, yaitu / (dibaca “root”). Path ini lengkap dan tidak ambigu, di mana pun kamu berdiri hasilnya sama. Contoh:
/home/budi/Documents/laporan.txt
/etc/hosts
/var/log
Path relatif dihitung dari posisi kamu sekarang. Kalau kamu sedang berdiri di /home/budi, maka path relatif Documents/laporan.txt menunjuk ke file yang sama dengan path absolut di atas. Tapi kalau kamu berdiri di /var, path relatif yang sama akan dicari di /var/Documents/laporan.txt dan hampir pasti gagal.
Cara cepat membedakan: kalau diawali /, itu absolut. Kalau tidak, itu relatif.
Arti Simbol ~ . dan ..
Ada tiga simbol pendek yang akan sangat sering kamu pakai:
~(tilde) adalah singkatan home directory kamu. Menulis~/Documentssama dengan/home/budi/Documentskalau username kamu budi..(satu titik) berarti direktori saat ini, tempat kamu berdiri sekarang...(dua titik) berarti direktori satu tingkat di atasnya, alias folder induk.
Jadi kalau kamu berdiri di /home/budi/Documents, maka .. menunjuk ke /home/budi, dan ../.. menunjuk ke /home. Simbol ini bisa digabung dengan nama folder, misalnya ../Downloads berarti “naik satu tingkat, lalu masuk ke Downloads”.
Praktik Perintah pwd, ls, dan cd
Buka terminal dan ikuti langkah demi langkah. Jangan cuma dibaca, otot jari perlu ikut hafal.
pwd: Cek Posisi Kamu Sekarang
pwd singkatan dari print working directory. Perintah ini mencetak path absolut posisi kamu saat ini:
budi@ubuntu:~$ pwd
/home/budi
Perhatikan prompt budi@ubuntu:~$. Tanda ~ di situ juga menunjukkan kamu sedang di home. Setiap kali ragu sedang berada di mana, ketik pwd. Ini refleks pertama yang wajib dibentuk.
ls: Lihat Isi Direktori
ls (list) menampilkan isi direktori saat ini:
budi@ubuntu:~$ ls
Desktop Documents Downloads Music Pictures Public snap Templates Videos
Kamu juga bisa melihat isi folder lain tanpa harus pindah ke sana, cukup beri path-nya sebagai argumen:
budi@ubuntu:~$ ls /var/log
apt auth.log dpkg.log kern.log syslog ...
Variasi yang paling sering dipakai adalah ls -la. Opsi -l menampilkan format panjang (long listing) dengan detail tiap file, dan -a menampilkan semua file termasuk yang tersembunyi:
budi@ubuntu:~$ ls -la
total 96
drwxr-x--- 15 budi budi 4096 Jul 27 09:15 .
drwxr-xr-x 3 root root 4096 Jul 20 08:00 ..
-rw------- 1 budi budi 1240 Jul 27 09:10 .bash_history
-rw-r--r-- 1 budi budi 220 Jul 20 08:00 .bash_logout
-rw-r--r-- 1 budi budi 3771 Jul 20 08:00 .bashrc
drwxr-xr-x 2 budi budi 4096 Jul 21 10:30 Documents
drwxr-xr-x 2 budi budi 4096 Jul 26 14:02 Downloads
cd: Pindah Direktori
cd (change directory) memindahkan posisi kamu. Coba rangkaian ini:
budi@ubuntu:~$ cd Documents
budi@ubuntu:~/Documents$ pwd
/home/budi/Documents
budi@ubuntu:~/Documents$ cd ..
budi@ubuntu:~$ pwd
/home/budi
Kamu juga bisa lompat langsung pakai path absolut:
budi@ubuntu:~$ cd /var/log
budi@ubuntu:/var/log$ pwd
/var/log
Dua jurus cepat yang wajib tahu:
cd ~atau cukupcdtanpa argumen: langsung pulang ke home directory dari mana pun.cd -(tanda minus): kembali ke direktori sebelumnya. Berguna sekali saat bolak-balik antara dua folder.
budi@ubuntu:/var/log$ cd ~
budi@ubuntu:~$ cd -
/var/log
budi@ubuntu:/var/log$ cd -
/home/budi
Perhatikan bahwa cd - juga mencetak path tujuan sebelum memindahkan kamu. Saat mengelola beberapa sistem aplikasi klien di satu server, kami sering bolak-balik antara folder aplikasi dan folder log hanya dengan cd -, jauh lebih cepat daripada mengetik path lengkap berulang kali.
Satu tips lagi: tekan tombol Tab saat mengetik nama folder. Terminal akan melengkapi namanya otomatis. Ketik cd Doc lalu Tab, dan bash melengkapinya jadi cd Documents/. Selain cepat, ini juga mencegah salah ketik.
Cara Membaca Output ls -l
Output ls -l terlihat rumit di awal. Mari bedah satu baris:
-rw-r--r-- 1 budi budi 3771 Jul 20 08:00 .bashrc
Dari kiri ke kanan:
| Kolom | Contoh | Artinya |
|---|---|---|
| Tipe dan permission | -rw-r--r-- |
Karakter pertama: - berarti file biasa, d berarti direktori. Sembilan karakter berikutnya adalah hak akses baca/tulis/eksekusi |
| Jumlah link | 1 |
Jumlah hard link ke file ini, untuk sekarang boleh diabaikan |
| Pemilik | budi |
User yang memiliki file |
| Grup | budi |
Grup yang memiliki file |
| Ukuran | 3771 |
Ukuran file dalam byte |
| Waktu modifikasi | Jul 20 08:00 |
Kapan terakhir diubah |
| Nama | .bashrc |
Nama file atau direktori |
Untuk saat ini yang penting kamu bisa membedakan mana file dan mana direktori dari karakter pertama, serta tahu siapa pemiliknya. Detail sistem permission (rwx, chmod, chown) akan dibahas tuntas di bagian #9 seri ini. Kalau ingin ukuran file lebih mudah dibaca manusia, tambahkan opsi -h: perintah ls -lh menampilkan 3.7K alih-alih 3771.
Hidden File: Kenapa ls Biasa Tidak Menampilkan Dotfile
Di Linux, file atau folder yang namanya diawali titik dianggap tersembunyi. File seperti .bashrc, .bash_history, atau folder .config tidak muncul saat kamu mengetik ls biasa. Ini bukan fitur keamanan, cuma konvensi supaya file konfigurasi tidak memenuhi tampilan sehari-hari. File semacam ini biasa disebut dotfile.
Untuk melihatnya, pakai opsi -a (all):
budi@ubuntu:~$ ls -a
. .bash_history .bashrc .config Desktop Downloads
.. .bash_logout .cache .local Documents ...
Perhatikan dua entri pertama: . dan ... Keduanya selalu ada di setiap direktori, dan artinya persis seperti yang dibahas di atas: direktori ini sendiri dan direktori induknya. Kalau mau menampilkan file tersembunyi tanpa dua entri itu, pakai -A (huruf besar).
Dotfile penting karena hampir semua konfigurasi personal di Linux disimpan di sana. Nanti saat kamu mengatur alias, environment variable, atau kunci SSH, semuanya tinggal di dotfile dalam home directory.
Troubleshooting: Error yang Paling Sering Dialami Pemula
bash: cd: dokumen: No such file or directory
Error paling umum di topik ini. Penyebabnya hampir selalu salah satu dari dua hal. Pertama, kapitalisasi. Linux membedakan huruf besar dan kecil, jadi Documents dan documents adalah dua nama yang berbeda:
budi@ubuntu:~$ cd documents
bash: cd: documents: No such file or directory
budi@ubuntu:~$ cd Documents
budi@ubuntu:~/Documents$
Kedua, kamu memakai path relatif dari posisi yang salah. Misalnya kamu sudah berada di dalam ~/Documents tapi mengetik cd Documents lagi, padahal di dalamnya tidak ada folder bernama itu. Solusinya: jalankan pwd untuk cek posisi, lalu ls untuk melihat nama folder yang benar-benar ada, baru cd lagi. Manfaatkan juga Tab completion, karena nama yang dilengkapi otomatis pasti benar ejaannya.
bash: cd: too many arguments (folder dengan spasi di namanya)
Kalau nama folder mengandung spasi, misalnya Data Kuliah, perintah cd Data Kuliah akan gagal karena bash menganggapnya dua argumen terpisah:
budi@ubuntu:~$ cd Data Kuliah
bash: cd: too many arguments
Solusinya bungkus dengan tanda kutip, atau escape spasinya dengan backslash:
budi@ubuntu:~$ cd "Data Kuliah"
budi@ubuntu:~/Data Kuliah$ cd ~
budi@ubuntu:~$ cd Data\ Kuliah
Tab completion otomatis menambahkan backslash ini untuk kamu. Satu alasan lagi untuk membiasakan diri menekan Tab.
bash: cd: catatan.txt: Not a directory
cd hanya bisa masuk ke direktori, bukan file. Kalau kamu mencoba cd ke sebuah file, error ini muncul. Cek dengan ls -l: kalau karakter pertama barisnya - dan bukan d, itu file biasa. Untuk melihat isinya kamu butuh perintah seperti cat atau editor, yang dibahas di bagian lain seri ini.
ls: cannot open directory: Permission denied
Beberapa direktori sistem hanya boleh dibuka oleh user tertentu, contohnya /root:
budi@ubuntu:~$ ls /root
ls: cannot open directory '/root': Permission denied
Ini normal dan bukan kerusakan. Sistem sedang melindungi area milik user lain. Untuk latihan navigasi, cukup jelajahi home directory kamu sendiri dan direktori publik seperti /var/log atau /etc. Soal hak akses dan kapan boleh memakai sudo akan dibahas di bagian #9 dan #10.
Rangkuman dan Lanjut ke Bagian Berikutnya
Hari ini kamu sudah memegang fondasi navigasi: pwd untuk tahu posisi, ls dan variannya untuk melihat isi direktori termasuk dotfile, serta cd dengan path absolut, path relatif, ~, .., dan cd -. Kamu juga sudah bisa membaca output ls -l secara garis besar dan tahu cara keluar dari error path yang paling sering muncul.
Latihan singkat sebelum lanjut: dari home, masuk ke /var/log pakai path absolut, kembali ke home dengan cd -, lalu masuk ke Documents pakai path relatif, dan naik lagi dengan cd ... Ulangi sampai jarimu bergerak tanpa mikir.
Di bagian berikutnya, Belajar Linux dari Nol #4: Struktur Direktori Linux Lengkap, kita bahas peta besarnya: apa isi /etc, /var, /usr, /bin, dan kenapa Linux menyusun foldernya seperti itu. Artikelnya terbit menyusul, pantau daftar lengkapnya di halaman Belajar Linux dari Nol.
Referensi
Artikel Lainnya di Kategori Linux
Linux 29 Juli 2026
Belajar Linux dari Nol #1: Cara Install Ubuntu 24.04
Panduan install Ubuntu 24.04 untuk pemula: pilih VirtualBox, WSL2, atau dual boot, ikuti langkah sampai login desktop, plus solusi error umum.
Baca Artikel
Linux 4 Agustus 2026
Belajar Linux dari Nol #2: Cara Menggunakan Terminal Linux
Panduan cara menggunakan terminal Linux untuk pemula: beda terminal, shell, dan bash, praktik perintah pertama, membaca man, plus solusi error umum.
Baca ArtikelIngin Membaca Artikel Lainnya?
Temukan lebih banyak insight dan tips tentang teknologi dan bisnis digital.
Lihat Semua Artikel